Tahukah kalian?, bahwa Allah telah memberikan kita nikmat yang
begitu banyak, salah satu di antaranya adalah makanan yang kita butuhkan dalam
kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, kita harus selalu bersyukur kepada-Nya,
dengan cara memilih makanan yang diperbolehkan oleh Allah untuk dikonsumsi
sehari-hari, seperti makanan yang dihalalkan oleh Allah.
Tahukah kalian?, bahwa Allah menciptakan segala yang ada di muka
bumi ini untuk memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, kita sebagai manusia
harus dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Untuk keperluan hidup, manusia tidak akan pernah lepas dari
makanan. Hal tersebut sangat penting dan bermanfaat untuk pembentukan jasmani
yang kuat.
dan
sehat. Manusia adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah dan Allah pula yang
memenuhi segala kebutuhan hidup manusia. Oleh sebab itu, kita harus mencintai
Allah dengan sepenuh hati.
A.
Makanan Halal
1.
Arti makanan halal
Agama Islam telah
memberikan aturan-aturan yang sangat jelas di dalamn al-Qur’an dan Hadis
tentang makanan-makanan yang halal. Makanan yang halal adalah makanan yang
diizinkan oleh Allah Swt. untuk dimakan.
2.
Macam-macam makanan yang halal
Untuk mengetahui
halalnya makanan yang kita konsumsi maka dapat ditinjau dari dua macam yaitu:
a. Makanan halal
menurut dzatnya
Makanan ditinjau
dari jenis dzatnya akan layak dikonsumsi atau tidaknya kita bisa mengetahui
dari ciri-ciri makanan tersebut, antara lain :
1) Dijelaskan di
dalam al-Qur`an dan hadis
2) Bermanfaat bagi
pertumbuhan kesehatan manusia
3) Tidak merusak
badan, akal maupun pikiran
4) Tidak kotor,
najis dan tidak menjijikkan
Dalam
al-Qur’an disebutkan bahwa kita disuruh memakan makanan yang halal dan baik.
Sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an Surat al-Baqarah (2):168.
Artinya
: Wahai manusia! Makanlah dari (makanan)
yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan jangan kamu megikuti
langkah-langkah setan. Sungguh setan itu
musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah [2]:168)
Makanan
halal juga bisa mendorong kita untuk lebih bisa mensyukuri atas nikmat Allah
dan untuk meningkatkan keimanan kepada-Nya. Sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an:
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman! makanlah dari rizki yang baik yang Kami berikan
kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya memyembah kepadanya. (QS. Al-Baqarah
[2]:172)
b.
Makanan halal menurut cara memperolehnya
Syarat
makanan yang halal tidak hanya ditinjau dari jenis dzatnya saja , tetapi juga
dilihat cara memperolehnya. Agama Islam mensyaratkan makanan yang halal dilihat
dari cara memperolehnya yaitu:
1)
Diperoleh tidak dengan cara yang batil atau tidak sah, sebagaimana firman Allah
Swt. dalam QS. Al-Baqarah (2):188:
Artinya
: Dan janganlah sebahagian kamu memakan
harta sebahagian yang lain di antara kamudengan jalan yang bathil .” (QS.
Al-Baqarah [2]:188)
2)
Tidak diperoleh dengan cara riba. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah
(2):276 :
Artinya
: Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah… (QS. Al-Baqarah [2]:276)
Jadi,
jika cara mendapatkan makanan dari hasil kerja yang halal maka akan menghasilkan
yang halal pula, dan jika mencarinya dengan jalan tidak halal maka akan
menghasilkan yang tidak halal pula.
Adapun
makanan yang dihalalkan menurut agama Islam dapat digolongkan sebagai berikut:
a.
Semua rizki yang diberikan oleh Allah berupa makanan yang baik dan halal (
padi, jagung, sagu, kedelai, sayuran, buah-buahan, dll.)
b.
Semua makanan yang berasal dari laut (air)
c.
Semua binatang ternak (ayam, itik, kambing sapi, kerbau, unta dll), kecuali babi
dan anjing
d.
Hasil buruan yang ditangkap oleh binatang yang telah dididik untuk berburu.
3.
Membiasakan mengonsumsi makanan yang halal
Allah
Swt. dan Rasul-Nya memerintahkan umat manusia untuk membiasakan mengonsumsi
makanan yang halal. Dengan mengonsumsi makan yang halal akan memberikan manfaat
bagi tubuh manusia. Manfaatnya antara lain:
a.
Terhindar dari murka Allah karena menjauhi larangaNya
b.
Tubuh kita akan selalu sehat karena yang dimakan adalah sesuatu yang baik dan
enak.
c.
Akan menghasilkan hati dan fikiran yang bersih karena mendapat curahan kasih
sayang dari Allah Swt.
d.
Akan diberi rizki yang halal dan dilipatgandakan oleh Allah karena selalu
mentaati
Allah sebagai wujud rasa syukur.
e.
Menunjukkan pada umat lain bahwa Islam adalah agama yang baik dan
hanya
mengajarkan kebaikan.
4.
Hikmah mengonsumsi makanan yang halal
Kenapa
Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw. menyeru umat Islam agar memilih makanan yang
halal untuk dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari?. Pastilah ada hikmah dan
kelebihan yang dapat membantu manusia untuk menjalani kehidupannya sebagai
hamba Allah Swt. dengan cara yang lebih baik, antara lain:
a.
Mendapat kesehatan hati dan Jasmani (badan)
Mengonsumsi
makanan halal akan menjadikan Qalbu/hati sehat, yang
berpengaruh
pada seluruh bagian-bagian tubuh menjadi sehat juga.
Sabda
Rasulullah Saw:
Artinya:
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia
baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh;
ketahuilah bahwa dia adalah hati.” (HR. Bukhari Muslim)
b.
Supaya doa dikabulkan oleh Allah Swt. Sabda Rasulullah Saw.:
Artinya:
“Kemudian Seorang lelaki bermusair sehingga rambutnya
menjadi kusut dan mukanya dipenuhi debu. Dia menadah tangannya dan berdoa
kepada Allah sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan
mulutnya disuap dengan sesuatu yang haram bagaimana akan diperkenankan permohonannya.”
(HR. Muslim)
c.
Dijauhkan dari siksa api neraka
Sebagaimana
dijelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi:
Artinya:
“Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas
untuknya.” (HR. Ibnu Hibban)
Hal
ini berarti orang yang makan makanan halal maka neraka tidak pantas
untuknya
di hari akhir.
d.
Makanan yang halal menumbuhkan perbuatan yang baik
Rizki
dan makanan yang halal adalah bekal dan sekaligus pengobar semangat untuk
beramal shaleh. Buktinya adalah firman Allah Ta’ala,
Artinya:
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thoyyib (yang baik), dan kerjakanlah
amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.
Al Mu’minun: 51)
Oleh
karena itu, menjadi kewajiban dan tanggung jawab bagi umat Islam pada hari ini
untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi makanan yang halal.
Hendaklah
kita sentiasa memastikan setiap makanan yang diperoleh dan dimakan itu adalah
halal menurut syariat Allah Swt. Sesungguhnya perintah Allah swt. adalah untuk
tujuan dan kebaikan manusia bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar