A PATUH
DAN TAAT TERHADAP KEDUA ORANG TUA
Apakah kalian
termasuk anak yang berbakti kepada kedua orang tua?
Allah swt. memerintahkan pada manusia untuk selalu patuh
dan taat kepada kedua orang tua. Kenapa kita harus patuh dan taat terhadap
kedua orang tua? Ibu kita telah bersusah
payah mengandung kita selama lebih kurang sembilan bulan. Ketika melahirkan, ia
merasakan sakit yang sangat. Pada saat kita masih bayi ia tidak dapat tidur
dengan nyenyak karena ia kadang terbangun ketika kita menangis di waktu malam.
Ayah bekerja mencari rezeki untuk kita siang dan malam. Kedua orang tua kita
bekerja keras demi kebahagiaan anak-anaknya. Sebagai balas budi kita terhadap
kedua orang tua, maka kita harus patuh dan taat kepada mereka berdua.
Bagaimana
cara kita berbuat baik kepada mereka berdua? Di antara cara
berbuat
baik kepada orang tua adalah:
- Mendoakannya ketika selesai sholat
- Mematuhi mereka
- Menyayangi mereka
- Berkata sopan dan santun
- Berterima kasih kepada mereka karena telahmembesarkan kita dengan penuh kasih sayang
- Berbicara lembut dan tidak kasar
- Bersikap jujur kepada mereka
B. MENELADANI
SIKAP TERPUJI NABI ISMAIL AS.
a. Keluarga Nabi Ismail As.
Nabi Ismail As. adalah
putra Nabi Ibrahim As. Sejak kecil Nabi Ismail
As. ditinggalkan oleh
ayahnya Nabi Ibrahim As yang harus berpisah karena melaksanakan perintah Allah
Swt. Dia hidup bersama ibunya di tempat yang tandus, tidak ada pepohonan, tidak
ada makanan dan minuman. Kebingungan bertambah manakala terdengar tangisan
Ismail yang kehausan. Siti Hajar berlari menuju bukit Safa sampai tiba di suatu
tempat yang bernama Marwah. Di sana pun tidak ada air. Kejadian itu sampai
berulang-ulang sebanyak tujuh kali. Siti Hajar berlari antara bukit Safa dan
Marwah. Berkat kesabaran dan do’a Ibunya yang bernama Siti Hajar, akhirnya
Allah Swt mengabulkan permohonan Siti Hajar. Sehingga atas kekuasaan Allah Swt
melalui Malaikat Jibril, keluarlah mata air zam-zam yang diberi nama telaga
zam-zam.
b. Pengorbanan Nabi Ismail As.
Kerinduan
Nabi Ibrahim As. kepada anak kesayangannya sepertinya
akan
terobati karena Nabi Ibrahim As telah menyelesaikan tugasnya dan akan pulang
untuk kembali bersama anak dan istrinya. Setelah bertahun tahun berpisah
akhirnya, Nabi Ibrahim As bisa bertemu dengan keluarganya di sebuah tempat yang
sekarang diberi nama Padang Arafah. Dengan senang hati mereka bertemu setelah
sekian lama berpisah. Setelah melepaskan lelah mereka melakukan perjalanan
pulang menuju ke Makkah. Di tengah perjalanan, mereka beristirahat dan tidur
sejenak di Muzdalifah. Di saat tidur itulah Nabi Ibrahim As bermimpi bahwa
Allah Swt memerintahkan agar beliau menyembelih anak kesayangannya yang baru
bertemu dengannya. Kemudian berita itu disampaikan kepada Nabi Ismail As: “Hai
anakku, aku bermimpi
dalam tidurku diperintahkan
oleh Allah Swt untuk menyembelihmu”. Sebagai anak yang
berbakti kepada orang tua maupun kepada Tuhannya dengan tanpa ragu-ragu ia
menjawab: “Wahai ayahku laksanakan apa yang Allah Swt perintahkan,
insya Allah aku termasuk orang yang tabah menjalaninya”. Mendengar jawaban
tersebut Nabi Ibrahim As. langsung memeluk Nabi Ismail As karena merasa terharu
mempunyai anak yang taat kepada Allah Swt dan patuh kepada orang tuanya. Suatu
cobaan yang sangat berat bagi Nabi Ibrahim As sebagai seorang ayah maupun Nabi
Ismail As sebagai seorang anak. Ketika Nabi Ibrahim As akan memulai menyembelih
Ismail, Allah Swt
mengutus Malaikat jibril
untuk mengganti Ismail dengan domba yang gemuk. Allah Swt berfirman dalam
al-Qur’an surah As-Saffat ayat 107:
وَفَدَيۡنَٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٖ
Artinya:
“Dan Kami tebus anak itu
dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. As-Saffat [37]:107).
Sesudah nyata kesabaran dan
ketaatan Ibrahim As dan Ismail As. Maka Allah Swt melarang menyembelih Ismail
dan untuk meneruskan korban, Allah Swt menggantinya dengan seekor sembelihan
(kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan
pada hari raya haji.
Dari peristiwa inilah asal
mula umat Islam seluruh dunia melaksanakan
kurban pada Hari Raya Idul
Adha. Itulah keteladanan Nabi Ismail As dalam berbakti terhadap orang tuanya.
Nah, apakah kalian juga termasuk anak yang patuh dan taat kepada kedua orang
tua kalian?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar