Senin, 25 Desember 2017

SKI kelas 4 Materi Ustman bin Affan


a     A.  Riwayat Hidup dan silsilah Ustman bin Affan
Nama lengkap Utsman bin Affan adalah Utsman bin Affan bin Abu Al-‘Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab. Ia lahir di Makkah, enam tahun sesudah terjadinya peristiwa ‘Am al-Fiil (Tahun Gajah). Nasabnya bertemu Rasulullah Saw. pada Abdi Manaf. Sedangkan ibunya bernama Arwa binti Kuraiz bin Rabi’ah bin Habib bin Abd Syams bin Abdi Manaf bin Qushay. Nama ibu Arwa (nenek Utsman bin Affan dari jalur ibu) adalah Ummu Hukaim Al-Baidha binti Abdul Muththalib, saudara perempuan sekandung Abdullah bin Abdul Muththalib, ayah Rasulullah Saw. Adapun silsilah Utsman bertemu dengan rasulullah dapat dilihat dalam tabel berikut ini!
Khalifah Utsman bin Affan termasuk manusia terkemuka di kabilahnya; ia terkenal dermawan, pemalu, halus tutur bahasanya, dicintai dan sangat dihormati kaummnya. Utsman bin Affan sama sekali belum pernah bersujud kepada berhala dan tidak pernah melakukan perbuatan keji. Sebelum beragama Islam, Ia tidak pernah meminum khamr atau minuman keras. Ustman bin Affan masuk Islam pada umur 34 tahun. Pada saat itu Ia diajak Abu Bakar Ash-Shidiq. Ia termasuk As-Sabiqunal Awwalun (orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama yang memeluk Islam).
 Ia mendapat gelar dzunnurain (pemilik dua cahaya). Maksudnya, Ia menikah dengan dua putri Nabi Muhammad Saw, yaitu pertama Ruqayyah binti Rasulullah. Pada saat kaum muslimin bersiap-siap keluar untuk Perang Badar, Ruqayyah sakit dan meninggal dunia. Kemudian Rasululullah menikahkan Ustman dengan putrinya, Ummu Kultsum binti Rasulullah. Kemudian ada juga ulama menjelaskan maksud dzunnurain yaitu satu nur (cahaya) diperoleh dari membaca al-Qur’an, satu nur (cahaya) lainnya dari melaksanakan shalat malam. Utsman bin Affan meninggal dunia pada hari Jumat tanggal 18 Dulhijjah Tahun 35 H.

1.  Kepribadian Ustman bin Affan
Khalifah Utsman bin Affan mempunyai kepribadian yang mulia yang dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kepribadian Utsman bin Affan adalah:
1.   Kerendahan hatinya (tawadhu’)
Khalifah Ustman binAffan mempunyai sifat rendah hati. Sifat ini muncul dari keihkhlasannya kepada Allah Swt. Abdullah Ar-Rumi mengatakan, “Utsman bin Affan mengambil sendiri air wudhunya apabila ia melakukan shalat malam. ”Dikatakan kepadanya, “Jika kamu memerintahkan pembantumu, maka ia akan mencukupimu.” Utsman menjawab, “Tidak, malam hari adalah hak mereka untuk beristirahat.” Hal ini menunjukkan sifat rendah hari Utsman bin Affan, meskipun tingkat sosialnya tinggi, ia tetap melayani dirinya sendiri pada malam hari dan tidak membangunkan pelayan. Contoh lain adalah sikap tawadhu’nya kepada paman Nabi Muhammad Saw. Al-Abbas Ra. Khalifah Utsman Bin Affan turun dari kendaraannya apabila ia melewatinya. Ia melakukannya hingga Al-Abbas tidak terlihat. Hal ini demi menghargai dan menghormati paman Nabi Muhammad Saw.

2.   Kedermawanan
Khalifah Utsman bin Affan termasuk sosok yang sangat dermawan.
Contohnya: pada waktu Perang Tabuk, Utsman bin Affan mengeluarkan biaya yang amat besar, yaitu membeli Sumur Ruma dan menyedekahkan untuk kamu muslimin, membiayai perluasan Masjid Nabawi pada masa Rasulullah Saw. Masih hidup, menyedekahkan barang-barang dagangan yang dibawa kafilah kepada kaum muslimin, padahal para pedagang sudah siap membelinya, memerdekakan satu budak setiap jumat sehingga jumlah budak yang dimerdekakannya sebanyak 2400 budak. Sesungguhnya kedermawan Utsman bin Affan merupakan sifat asli yang melekat dalam dirinya. Ia telah menggunanakan harta bendanya untuk melayani agama Allah.

3.   Malu dan menjaga kehormatan diri
Sifat ini begitu indah bagi orang yang memilikinya. Ia dapat menjadi kebaikan, keberkahan, kelembutan, dan kasih sayang. Al-Hasan Al-Bashri pernah bercerita tentang Utsman bin Affan, “Sesungguhnya Utsman bin Affan berada dalam rumah dan pintu tertutup. Namun, ia tidak pernah melepas pakaiannya untuk mandi. Ia melakukan hal ini karena rasa malu yang besar. Selain itu Utsman tidak pernah mengucapkan kata-kata bathil, tidak pernah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan sejak digunakan untuk membaiat Rasulullah Saw. Ia tidak pernah minum khamar pada zaman jahiliyah maupun zaman Islam.

4.   Pemaaf
Kepribadian khalifah Utsman bin Affan yang lain adalah pemaaf. Imran bin Abdillah bin Thalhah meriwayatkan bahwa Utsman bin Affan keluar untuk melaksanakan shalat shubuh. Kemudian Utsman masuk melalui pintu yang sama. Tiba-tiba pintunya tertutup. Utsman berkata, “Periksalah! Ternyata disitu ada seorang laki-laki yang membawa pedang. Utsman berkata kepadanya, “Apa ini?” Laki-laki tersebut berkata, “Aku ingin membunuhmu.” Utsman berkata, “Subhanallah! Kenapa kamu ingin membunuhku?” Ia menjawab, “Pejabatmu di Yaman menzhalimiku!” Utsman berkata, “Kenapa kamu tidak menyampaikan masalahmu kepadaku, lalu jika aku tidak bersikap adil terhadap pejabatku, kamu dapat menghendaki hal itu kepadaku?” Utsman berkata kepada orang orang disekelingnya, “Apa pendapat kalian?” Mereka mengatakan, “Wahai Amirul Mukminin, ia adalah musuh yang Allah menguasakannya kepadamu.” Utsman berkata, “Ia adalah hamba yang hendak melakukan dosa, lalu Allah menyelamatkannya denganku. Datangkanlah seseorang yang menanggungmu bahwa kamu tidak masuk kota Madinah selama aku memegang urusan kaum muslimin.” Laki-laki tersebut mendatangkan seseorang dari kaumnya yang menanggungnya. Akhirnya khalifah Utsman bin Affan membebaskannya. Dari kisah tersebut dapat diketahui bahwa, meskipun ada orang yang mencelakainya, sebagai pemimpin Utsman memaafkan orang tersebut.

5.   Ahli Ibadah
Khalifah Utsman bin Affan termasuk orang-orang yang sungguh-sungguh dalam beribadah. Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa ia mengkhatamkan Al-Quran dalam satu rakaat di sisi Hajar Aswad pada musim haji dan ini sudah menjadi kebiasannya. Selain itu Ustman bin Affan mempunyai kebiasaan membaca Al-Quran dari awalnya pada malam jumat dan mengkhatamkan pada malam kamis. Tidak hanya itu, Utsman juga melakukan puasa terus menerus dan melakukan shalat malam kecuali waktu awal malam yang ia gunakan untuk tidur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar